Menurut Jan de Lange, seorang ahli pendidikan matematika dari Belanda, tingkat soal dalam konteks pembelajaran matematika dibagi menjadi tiga level: lower level, middle level, dan higher level. Pembagian ini didasarkan pada kognisi atau tingkat berpikir yang diperlukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal. Jika dikaitkan dengan matematika keuangan, berikut adalah penjelasan dari masing-masing level tersebut:
1. Lower level (Level rendah)
· Ciri-ciri dari soal pada level ini biasanya berkaitan dengan penguasaan dasar pengetahuan dan penerapan rutin konsep-konsep matematika. Siswa hanya diminta untuk mengerjakan soal berdasarkan rumus atau prosedur yang telah diajarkan, tanpa perlu berpikir secara mendalam atau menerapkan strategi yang kompleks.
· Contohnya menghitung bunga sederhana menggunakan rumus, di mana siswa hanya perlu mengganti nilai-nilai yang sudah diketahui. Tujuannya adalah menguji kemampuan siswa dalam mengingat dan mengaplikasikan konsep atau rumus dasar.
· Misalnya “Pak Budi menabung sebesar Rp 10.000.000 di bank dengan suku bunga sederhana 6% per tahun. Berapa jumlah total uang yang akan Pak Budi terima setelah 3 tahun?” Soal ini tergolong lower level karena siswa hanya perlu menggunakan rumus sederhana (bunga sederhana) dengan nilai-nilai yang sudah diberikan, tanpa memerlukan penalaran lebih lanjut atau interpretasi yang kompleks.
2. Middle level (Level menengah)
· Ciri-ciri soal pada level ini membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep matematika dan penalaran yang lebih kompleks daripada level rendah. Siswa harus memecahkan masalah yang sedikit lebih bervariasi dan membutuhkan kemampuan untuk menghubungkan beberapa konsep.
· Contohnya siswa diminta untuk menggunakan lebih dari satu rumus atau konsep untuk menemukan solusi, seperti menghitung nilai akhir dari sebuah investasi, di mana siswa perlu memahami konsep waktu, bunga, dan kapitalisasi, serta memilih rumus yang tepat. Tujuannya adalah untuk menguji kemampuan siswa dalam memahami hubungan antar-konsep dan menerapkan strategi yang lebih beragam untuk menyelesaikan masalah.
· Misalnya Ibu Sari ingin deposito sebesar Rp 20.000.000 di sebuah bank yang menawarkan dua pilihan: 1. bunga sederhana sebesar 8% per tahun selama 5 tahun, dan 2. bunga majemuk sebesar 7% per tahun yang dikapitalisasi setiap tahun selama 5 tahun. Manakah pilihan deposito yang memberikan keuntungan lebih besar setelah 5 tahun? Soal ini tergolong middle level karena membandingkan dua opsi investasi untuk menentukan opsi yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
· Lebih lanjut, mengapa soal ini tergolong middle level? Karena soal yang diberikan tidak membuat siswa mencari sendiri informasi yang dibutuhkan. Siswa sudah disediakan informasi terkait bunga dan waktu investasinya. Pada permasalahan yang lebih kompleks, umumnya soal yang diberikan dalam bentuk gambar atau brosur yang membuat siswa mencari sendiri informasi yang dibutuhkannya.
3. Higher level (Level tinggi)
· Ciri-ciri soal pada level ini menuntut siswa untuk menggunakan kreativitas, penalaran tingkat tinggi, dan kemampuan berpikir kritis. Siswa harus mampu menganalisis situasi yang lebih kompleks, menemukan pola, atau menyusun strategi penyelesaian yang belum pernah dipelajari secara langsung. Mereka harus membuat asumsi, menggabungkan beberapa konsep, dan menyusun strategi yang tepat.
· Contoh dalam matematika keuangan yaitu merancang skenario keuangan yang optimal, misalnya menghitung strategi investasi terbaik dengan mempertimbangkan beberapa variabel seperti risiko, inflasi, pajak, dan suku bunga. Tujuan adalah menguji kemampuan berpikir kreatif, analitis, dan kemampuan siswa dalam menggeneralisasi atau mengeksplorasi konsep matematika keuangan secara lebih luas.
· Misalnya Pak Arman memiliki dana Rp 50.000.000 yang ingin diinvestasikan selama 10 tahun. Ia mempertimbangkan dua opsi investasi:
o Investasi di reksa dana dengan return rata-rata 9% per tahun, tetapi terdapat risiko fluktuasi hingga ±3%.
o Investasi di obligasi yang memberikan bunga tetap sebesar 7% per tahun, tetapi terkena pajak sebesar 15% pada bunga yang diterima setiap tahun.
o Pak Arman juga perlu mempertimbangkan inflasi yang diperkirakan rata-rata 5% per tahun. Anda diminta untuk menganalisis kedua opsi dengan mempertimbangkan risiko, pajak, dan inflasi, serta menentukan strategi terbaik bagi Pak Arman untuk memaksimalkan nilai investasi ini setelah 10 tahun.
Dalam kasus lain, desain soal matematika keuangan higher level diberikan sebagai berikut:
Gambar 2.1. Soal matematika keuangan tingkat tinggi
Dengan menggunakan brosur atau gambar, siswa diminta untuk mencari informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Kesimpulan:
· Lower level berfokus pada penerapan prosedur dasar dan hitungan langsung.
· Middle level melibatkan analisis dan penerapan konsep pada konteks yang lebih kompleks.
· Higher level menuntut pemikiran kritis, kreatif, dan pemecahan masalah yang tidak rutin.
Ketiganya dalam konteks matematika keuangan memungkinkan pengembangan keterampilan dari sekadar menguasai perhitungan keuangan dasar hingga merancang strategi keuangan yang kompleks.
